Sabtu, 29 Desember 2012

Imam Abu Hanifah



Suatu ketika Abu Hanifah menjumpai Imam Malik yang tengah duduk bersama beberapa sahabatnya. Setelah Abu Hanifah keluar, Imam Malik menoleh kepada mereka dan berkata, “Tahukah kalian, siapa dia?” Mereka menjawab, “Tidak.” Beliau berkata, “Dialah Nu’man bin Tsabit, yang seandainya berkata bahwa tiang masjid itu emas, niscaya perkataannya menjadi dipakai orang sebagai argumen.”

Tidaklah dikatakan berlebihan apa yang dikatakan Imam Malik dalam menggambarkan diri Abu Hanifah, sebab beliau memang memiliki kekuatan dalam berhujjah, cepat daya tangkapnya, cerdas, dan tajam wawasannya.
Buku sejarah dan kisah sangat banyak menggambarkan kekuatan argumentasinya dalam menghadapi lawan bicaranya ketika adu argumen, begitu pula ketika menghadapi penentang akidah. Semuanya membuktikan kebenaran pujian Imam Malik: “Seandainya dia mengatakan bahwa tanah di tanganmu itu emas, maka engkau akan membenarkannya karena alasannya yang tepat dan mengikuti pernyataannya.” Bagaimana pula jika yang dipertahankan adalah kebenaran, dan adu argumentasi untuk membela kebenaran?”
Sebagai bukti, ada seorang laki-laki dari Kufah yang disesatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia termasuk orang terpandang dan didengar omongannya. Laki-laki itu menuduh di hadapan orang-orang bahwa Utsman bin Affan asalnya adalah Yahudi, lalu menganut Yahudi lagi setelah Islamnya.
Demi mendengar berita tersebut, Abu Hanifah bergegas menjumpainya dan berkata, “Aku datang kepadamu untuk meminang putrimu yang bernama fulanah untuk seorang sahabatku.” Dia berkata, “Selamat atas kedatangan Anda. Orang seperti Anda tidak layak ditolak keperluannya wahai Abu Hanifah. Akan tetapi, siapakah peminang itu?” Beliau menjawab, “Seorang yang terkemuka dan terhitung kaya di tengah kaumnya, dermawan dan ringan tangan, hafal Kitabullah, menghabiskan malam dengan satu rukuk dan sering menangis karena takwa dan takutnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Laki-laki itu berkata, “Wah.. wah.., cukup wahai Abu Hanifah, sebagian saja dari yang Anda sebutkan itu sudah cukup baginya untuk meminang seorang putri Amirul Mukminin.” Abu Hanifah berkata, “Hanya saja ada satu hal yang perlu Anda pertimbangkan.” Dia bertanya, “Apakah itu?” Abu Hanifah berkata, “Dia seorang Yahudi.” Mendengar hal itu, orang itu terperanjat dan bertanya-tanya: “Yahudi?! Apakah Anda ingin saya menikahkan putri saya dengan seorang Yahudi wahai Abu Hanifah? Demi Allah aku tidak akan menikahkan putriku dengannya, walaupun dia memiliki segalanya dari yang awal sampai yang akhir.”
Lalu Abu Hanifah berkata, “Engkau menolak menikahkan putrimu dengan seorang Yahudi dan engkau mengingkarinya dengan keras, tapi kau sebarkan berita kepada orang-orang bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menikahkan kedua putrinya dengan Yahudi (yakni Utsman)?”
Seketika orang itu gemetaran tubuhnya lalu berkata, “Astaghfirullah, Aku memohon ampun kepada Allah atas kata-kata buruk yang aku ucapkan. Aku bertaubat dari tuduhan busuk yang saya lontarkan.”
Contoh lain, ada seorang Khawarij bernama adh-Dhahak asy-Syari pernah datang menemui Abu Hanifah dan berkata,
Adh-Dhahak: “Wahai Abu Hanifah, bertaubatlah Anda.”
Abu Hanifah: “Bertaubat dari apa?”
Ad-Dhahak: “Dari pendapat Anda yang membenarkan diadakannya tahkim antara Ali dan Mu’awiyah.
Abu Hanifah: “Maukah Anda berdiskusi dengan saya dalam persoalan ini?”
Adh-Dhahak: “Baiklah, saya bersedia.”
Abu Hanifah: “Bila kita nanti berselisih paham, siapa yang akan menjadi hakim di antara kita?”
Adh-Dhahak: “Pilihlah sesuka Anda.”
Abu Hanifah menoleh kepada seorang Khawarij lain yang menyertai orang itu lalu berkata:
Abu Hanifah: “Engkau menjadi hakim di antara kami.” (dan kepada orang pertama beliau bertanya:) “Saya rela kawanmu menjadi hakim, apakah engkau juga rela?”
Adh-Dhahak: “Ya saya rela.”
Abu Hanifah: “Bagaimana ini, engkau menerima tahkim atas apa yang terjadi di antara saya dan kamu, tapi menolak dua sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bertahkim?”
Maka orang itu pun mati kutu dan tak sanggup berbicara sepatah kata pun.
Contoh yang lain lagi, bahwa Jahm bin Sofwan, pentolan kelompok Jahmiyah yang sesat, penyebar bid’ah dan ajaran sesat di bumi pernah mendatangi Abu Hanifah seraya berkata,
Jahm: “Saya datang untuk membicarakan beberapa hal yang sudah saya persiapkan.”
Abu Hanifah: “Berdialog denganmu adalah cela dan larut dengan apa yang engkau bicarakan berarti neraka yang menyala-nyala.”
Jahm: “Bagaimana bisa Anda memvonis saya demikian, padahal Anda belum pernah bertemu denganku sebelumnya dan belum mendengar pendapat-pendapat saya?”
Abu Hanifah: “Telah sampai kepada saya berita-berita tentangmu yang telah berpendapat dengan pendapat yang tidak layak keluar dari mulut ahli kiblat (muslim).”
Jahm: “Anda menghakimi saya secara sepihak?”
Abu Hanifah: “Orang-orang umum dan khusus sudah mengetahui perihal Anda, sehingga boleh bagiku menghukumi dengan sesuatu yang telah mutawatir kabarnya tentang Anda.
Jahm: “Saya tidak ingin membicarakan atau menanyakan apa-apa kecuali tentang keimanan.”
Abu Hanifah: “Apakah hingga saat ini kamu belum tahu juga tentang masalah itu hingga perlu menanyakannya kepada saya?”
Jahm: “Saya memang sudah paham, namun saya meragukan salah satu bagiannya.”
Abu Hanifah: “Keraguan dalam keimanan dalam kufur.”
Jahm: “Anda tidak boleh menuduh saya kufur sebelum mendengar tentang apa yang menyebabkan saya kufur.”
Abu Hanifah: “Sialakan bertanya!”
Jahm: “Telah sampai kepadaku tentang seseorang yang mengenal dan mengakui Allah dalam hatinya bahwa Dia tak punya sekutu, tak ada yang menyamai-Nya dan mengetahui sifat-sifat-Nya, lalu orang itu mati tanpa menyatakan dengan lisannya, orang ini dihukumi mukmin atau kafir?”
Abu Hanifah: “Dia mati dalam keadaan kafir dan menjadi penghuni neraka bila tidak menyatakan dengan lidahnya apa yang diketahui oleh hatinya, selagi tidak ada penghalang baginya untuk mengatakannya.”
Jahm: “Mengapa tidak dianggap sebagai mukmin padahal dia mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya?”
Abu Hanifah: “Bila Anda beriman kepada Alquran dan mau menjadikannya sebagai hujjah, maka saya akan meneruskan bicara. Tapi jika engkau tidak beriman kepada Alquran dan tidak memakainya sebagai hujjah, maka berarti saya sedang berbicara dengan orang yang menentang Islam.”
Jahm: “Bahkan saya mengimani Alquran dan menjadikannya sebagai hujjah.”
Abu Hanifah: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan iman atas dua sendi, yaitu dengan hati dan lisan, bukan dengan salah satu saja darinya. Kitabullah dan hadis Rasulullah jelas-jelas menyatakan hal itu:
Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Alquran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata, ‘Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Alquran dan kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang shalih?’ Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).” (QS. Al-Maidah: 83-85)
Karena mereka mengetahui kebenaran dalam hati lalu menyatakannya dengan lisan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkannya ke dalam surga yang di dalamnya terdapat sungai-sungai yang mengalir karena pernyataan keimanannya itu. Allah Ta’ala juga berfirman:
Katakanlah (hai orang-orang mukmin): ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qb dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya’.” (QS. Al-Baqarah: 136)
Allah menyuruh mereka untuk mengucapkan dengan lisan, tidak hanya cukup dengan ma’rifah dan ilmu saja. Begitu pula dengan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Ucapkanlah, Laa ilaaha ilallah, niscaya kalian akan beruntung.”
Maka belumlah dikatakan beruntung bila hanya sekedar mengenal dan tidak dikukuhkan dengan kata-kata.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Akan dikeluarkan dari neraka barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallah..”
Dan Nabi tidak mengatakan, “Akan dikeluarkan dari api neraka barangsiapa yang menganal Allah Subhanahu wa Ta’ala,”
Kalau saja pernyataan lisan tidak diperlukand an cukup hanya dengan sekedar pengetahuan, niscaya iblis juga termasuk mukmin, sebab dia mengenal Rabbnya, tahu bahwa Allahlah yang menciptakan dirinya, Dia pula yang menghidupkan dan mematikannya, juga yang akan membangkitkannya, tahu bahwa Allah yang menyesatkannya. Allah Ta’ala berfirman tatkala menirukan perkataannya:
Saya lebih baik daripadanya: “Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf: 12)
Kemudian:
“Berkata iblis: ‘Ya tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan’.” (QS. Al-Hijr: 36)
Juga firman Allah Ta’ala:
Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus’.” (QS. Al-A’raf: 16)
Seandainya apa yang engkau katakan itu benar, niscaya banyaklah orang-orang kafir yang dianggap beriman karena mengetahui Rabbnya walaupun mereka ingkar dengan lisannya.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka maykini (kebenaran)nya.” (QS. An-Naml: 140
Padahal mereka tidak disebut mukmin meski meyakininya, justru dianggap kafir karena kepalsuan lisan mereka.
Abu Hanifah terus menyerang Jahm bin Shafwan dengan hujjah-hujjah yang kuat, adakalanya dengan Alquran dan adakalanya dengan hadis-hadis. Akhirnya orang itu kewalahan dan tampaklah raut kehinaan dalam wajahnya. Dia enyah dari hadapan Abu Hanifah sambil berkata, “Anda telah mengingatkan sesuatu yang saya lupakan, saya akan kembali kepada Anda.” Lalu dia pergi untuk tidak kembali.
Kasus yang lain, sewaktu Abu Hanifah berjumpa dengan orang-orang atheis yang mengingkari eksistensi al-Khaliq. Beliau bercerita kepada mereka:
“Bagaimana pendapat kalian, jika ada sebuah kapal diberi muatan barang-barang, penuh dengan barang-barang dan beban. Kapal tersebut mengarungi samuedera. Gelombangnya kecil, anginnya tenang. Akan tetapi setelah kapal sampai di tengah tiba-tiba terjadi badai besar. Anehnya kapal terus berlayar dengan tenang sehingga tiba di tujuan sesuai renana tanpa goncangan dan berbelok arah, padahal tak ada nahkoda yang mengemudikan dan mengendalikan jalannya kapal. Masuk akalkah cerita ini?”
Mereka berkata, “Tidak mungkin. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal, bahkan oleh khayal sekalipun, wahai Syaikh.” Lalu Abu Hanifah berkata, “Subhanallah, kalian mengingkari adanya kapal yang berlayar sendiri tanpa pengemudi, namun kalian mengakui bahwa alam semesta yang terdiri dari lautan yang membentang, langit yang penuh bintang, dan benda-benda langit serta burung yang beterbangan tanpa adanya Pencipta yang sempurna penciptaan-Nya dan mengaturnya dengan cermat?! Celakalah kalian, lantas apa yang membuat kalian ingkar kepada Allah?”
Begitulah, Abu Hanifah menghabiskan seluruh hidupnya untuk menyebarkan dienullah dengan kekuatan argumen yang dianugerahkan al-Khaliq kepadanya. Beliau menghadapi para penentang dengan argumentasi yang tepat.
Tatkala ajal menjemputnya, ditemukan wasiat beliau yang berpesan agar dikebumikan di tanah yang baik, jauh dari segala tempat yang berstatus syubhat (tidak jelas) atau hasil ghashab.
Ketika wasiat tersebut terdengar oleh Amirul Mukminin al-Manshur beliau berkata, “Siapa lagi orang yang lebih bersih dari Abu Hanifah dalam hidup dan matinya.”
Di samping itu, beliau juga berpesan agar jenazahnya kelak dimandikan oleh al-Hasan bin Amarah. Setelah melaksanakan pesannya, Ibnu Amarah berkata, “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati Anda wahai Abu Hanifah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa Anda karena jasa-jasa yang telah Anda kerjakan, sungguh Anda tidak pernah putus shaum selama tiga puluh tahun, tidak berbantal ketika tidur selama empat puluh tahun, dan kepergian Anda akan membuat lesu para fuqaha setelah Anda.”

Jumat, 07 Desember 2012

kisah Asyifa BInti Abdullah





Beliau adalah asy-Syifa’ bin Abdi Syams bin Khalaf bin Sadad bin Abdullah bin Qirath bin Razah bin Adi bin Ka’ab al-Qurasyiyyah al-Adawiyah.

Asy-Syifa’ ra masuk Islam sebelum hijrahnya Nabi saw dan beliau termasuk muhajirin angkatan pertama dan termasuk wanita yang berba’iat kepada Rasulullah saw. Beliaulah yang disebutkan dalam firman Allah SWT:

“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia bahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Mumtahanah: 12)

Asy-Syifa’ termasuk wanita yang cerdas dan utama, beliau seorang ulama di antara ulama dalam Islam dan tanah yang subur bagi ilmu dan iman.

Asy-Syifa’ ra menikah dengan Abu Hatsmah bin Hudzaifah bin Adi dan Allah mengaruniakan seorang anak kepada beliau yang bernama Sulaiman bin Abi Hatsmah. Asy-Syifa’ dikenal sebagai guru dalam membaca dan menulis sebelum datangnya Islam, sehingga tatkala beliau masuk Islam beliau tetap memberikan pengajaran kepada wanita-wanita muslimah dengan mengharapkan ganjaran dan pahala. Oleh karena itulah, beliau disebut sebagai ‘guru wanita pertama dalam Islam’. Di antara wanita yang dididik oleh asy-Syifa’ adalah Hafshah binti Umar bin Khatthab ra istri Rasulullah saw .

Telah diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah saw meminta kepada asy-Syifa’ untuk mengajarkan kepada Hafshah ra tentang menulis dan sebagian Ruqyah (pengobatan dengan doa-doa). Asy-Syifa’ berkata, “Suatu ketika Rasulullah saw masuk sedangkan saya berada di samping Hafshah, beliau bersabda: ‘Mengapa tidak engkau ajarkan kepadanya ruqyah sebagaimana engkau ajarkan kepadanya menulis’.” (HR Abu Daud).

Sebagaimana telah dimaklumi bahwa asy-Syifa’ adalah ahli ruqyah di masa Jahiliyah, maka tatkala beliau masuk Islam dan berhijrah beliau berkata kepada Rasulullah saw, “Aku adalah ahli ruqyah di masa Jahliliyah dan aku ingin memperlihatkannya kepada Anda.” Lalu Nabi saw bersabda, “Perlihatkanlah kepadaku.” Asy-Syifa’ berkata, “Maka, aku perlihatkan cara meruqyah kepada beliau yakni meruqyah penyakit bisul.” Kemudian, Rasulullah saw bersabda, “Meruqyalah dengan cara tersebut dan ajarkanlah hal itu kepada Hafshah.”

Di antara yang termasuk ruqyah adalah do’a:

“Ya Allah Tuhan manusia, Yang Maha menghilangkan penyakit, sembuhkanlah, karena Engkau Maha Penyembuh, tiada yang dapat menyembuhkan selain Engkau, sembuh yang tidak terjangkiti penyakit lagi.” (HR Abu Daud).

Inilah, asy-Syifa’ telah mendapatkan bimbingan yangn banyak dari Rasulullah saw . Sungguh asy-Syifa’ sangat mencintai Rasulullah saw sebagaimana kaum mukminin dan mukminat yang lain, beliau belajar dari hadis-hadis Rasulullah saw yang banyak tentang urusan dien (agama) dan dunia. Beliau juga turut menyebarkan Islam dan memberikan nasihat kepada umat dan tidak kenal lelah untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan. Di antara yang meriwayatkan hadis dari beliau adalah putranya yaitu Sulaiman dan cucu-cucunya, hamba sahayanya yaitu Ishak dan Hafshah Ummul Mukminin serta yang lain-lain.

Umar bin Khatthab sangat mendahulukan pendapat beliau, menjaganya dan mengutamakannya dan terkadang beliau mempercayakan kepadanya dalam urusan pasar.

Begitu pula sebaliknya, asy-syifa’ juga menghormarti Umar, beliau memandangnya sebagai seorang muslim yang shadiq (jujur), memiliki suri teladan yang baik dan memperbaiki, bertakwa dan berbuat adil. Suatu ketika asy-Syifa’ melihat ada rombongan pemuda yang sedang berjalan lamban dan berbicara dengan suara lirih, beliau bertanya, “Apa ini?” Mereka menjawab, “Itu adalah ahli ibadah.” Beliau berkata: “Demi Allah, Umar adalah orang yang apabila berbicara suaranya terdengar jelas, bila berjalan melangkah dengan cepat, dan bila memukul mematikan.”

Asy-Syifa’ menjalani sisa-sisa hidupnya setelah wafatnya Rasulullah saw dengan menghormati dan menghargai pemerintahan Islam hingga beliau wafat pada tahun 20 Hijriyah.

Semoga Allah merahmati asy-syifa’ binti Abdullah, sungguh beliau telah mendahului umatnya dengan segala macam kebaikan dengan ilmu dan dien yang telah dikaruniakan kepada beliau agar beliau menjadi uswah hasanah (panutan yang baik) bagi setiap gadis di dalam Islam, sehingga beliau tidak kikir untuk mencurahkan segala yang dimilikinya, baik ilmu ataupun yang lainnya demi membela akidahnya dan mengharap ridha Allah SWT.

Profil Ulul Albaab



Ulul albab  secara bahasa berasal  dari kata "ulu" berarti mempunyai , saedangkan "albab "bentuk kata "lubbbun"artinya orang yang berakal bersih ,maka dari kata "ulul albab"berarti orang yang mempinyai akal bersih dari mrmpersekitukan allah SWT.
 derajat  ulul albaab  sangat tinggi nilainya di sisi allah swt dan dijanjikan oleh allah swt surga adn.  dan inilah profil ilil albaab :
  1. menepati janji dengan sang maha pencipta ,maksudnya janji saat kita di rahim ibu mrnjadi hanbanya yang paruh terhadap perintahnya dan menjauhi laranganya.
  2. genar neghubungkan tali silarurahnmi atau menibagkan perdanaian ,islam mengajatkan rolongm,rnolong dalanmberbiat kebaikan sesuai dengan tuntunan allah swt.
  3. merasa takut akan kenurkaan allah swt .dalam berbuat kita sl;alu hati hati agar  tidak terjegumus kedalam dosa.t
  4. takut kan perhitungan yang buruk yakni menyadtai admynya yaunul hisab (hari perhitungan amal

Senin, 12 November 2012

Nasihat luqman



Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibanding dirinya. Tak terkecuali seorang penjahat sekalipun, dia akan berharap buah hati-nya kelak akan tumbuh menjadi orang yang baik. Tapi sangat kecil kemungkinan seorang anak akan tumbuh menjadi orang baik, kalau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang kurang baik, diberikan makanan dari hasil yang tidak baik, serta diberikan penasihatan-penasihatan yang jauh dari kebaikan.

Banyak contoh yang bisa kita tiru dari kehidupan orang-orang shaleh terdahulu, untuk mempersiakan anaknya menajadi orang baik dan membawa kebaikan. Salah satu kisah yang sangat terkenal adalah kisah Luqman Hakim. Luqman Hakim bukanlah seorang nabi dan rasul, dia hanyalah manusia biasa.


At-tabari mengatakan bahwa Luqman adalah seorang hamba dari negeri Habsyah yang bekerja sebagai tukang kayu. Namun namanya terpatri abadi didalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyebutnya sebagai laki-laki shaleh yang memberikan untaian nasihat luhur kepada anaknya. Dalam beberapa penuturan, Luqman dilukiskan sebagai orang yang bijak, santun, dan penderma. Al-Qur’an mengatakan bahwa Luqman dikaruniai hikmah (kebijaksanaan) (QS Luqman [31]: 12).

Terkait wasiat atau nasihat Luqman, al-Qur’an merincinya dalam beberapa ayat.

Pertama : Nasihat untuk selalu menjauhi perbuatan syirik, ”Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah), sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’” (QS: Luqman [31]:13).

Kedua : Selalu berbuat baik kepada kedua orang tua (QS Luqman [31]: 14), terutama kepada ibu. Islam memberikan penghormatan dan kedudukan yang amat tinggi kepada para ibu, sampai-sampai disebutkan bahwa “surga berada dibawah telapak kaki ibu”.

Ketiga : Tidak mengikuti anjuran dan perintah orang tua dalam kemaksiatan. Meski demikian, perintah orang tua untuk membangkang terhadap perintah Allah SWT, tidak menggugurkan kewajiban anak untuk senantiasa berbuat baik kepada mereka (QS Luqman [31]: 15)

Keempat : Selalu bersyukur karena meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah Swt, tapi juga harus dilanjutkan dengan perbuatan. Misalnya, menyisihkan sebagian dari harta kita kepada kaum fakir miskin. Dalam al-Qur’an Allah SWT menyatakan bahwa jika kita bersyukur atas karunia-Nya, maka nikmat yang kita terima akan bertambah (QS Ibrahim [14]: 7).

Kelima : Selalu berbuat baik walau sekecil apapun (QS Luqman [31]: 16).

Keenam : Tidak lalai dalam mengerjakan shalat, senantiasa menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemunkaran, serta selalu bersabar dalam setiap kondisi (QS Luqman [31]: 17).

Ketujuh : Membuang sikap sombong yang ada dalam diri (QS Luqman [31]: 18)

Kedelapan : Selalu rendah hati dan tidak mengucapkan kata-kata kasar (QS Luqman [31]: 19).

Itulah nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan dalam al-Qur’an. Semoga kita bisa mencontoh tauladan kebaikan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Minggu, 21 Oktober 2012

PERMAINAN HIDUP



Hidup di dunia tak pernah sepi dari masalah satu selesei datang sepuluh, sepuluh beres datang seratus. demikian seterusnya bahkam bisa di kata garamnya hidup adlah persolan .hidup tidak akan nikmat tapa persoalan boleh dikata tak punya persoalan hidup adalah persoalan pula kenapa dia tidak punya pesolan hidup.
Selama hayat masih dikandung badan selama itu pasti  ada persoalan yg melilit kaya ataupun miskin tua ataupun muda laki-laki tau prempuan masing masing menghadapi persoalan yang mrlilit kaya ataupun miskin
,tua ataupun muda ,lakai -laki atau prempuan , masing masing meghadapi persoalan hidup membujang bingung kawin pun pussing
Inilah persoalan hidup !yg takmau menghadapi persolan hidup sebaiknya mengundurkan diri  dari pentas dunia
Ada saat menegangkan ada saat menggembembirakan ada susah ada bahgia ibarat roda berputar tak selamnya di bawah tak selamya di atas,roda itu slalu berputar kadang di atas kadang di bawah .
Bagi sang hartawan yg sedang baahgia  serba cukup berlimpah materi jnaganlah takabur siaplah menghadapi takdir perubahan posisi.
Bago seorang melaratwan yang dirudung duka dan derita dan musibah bersabarlah teruslah berikhtiar beroa tawkal.mudahan derita ini segra berakhir srta takdir ilahi berubah ingatlah masa msa sulit janga lupakan derita orang yang pernah diarasaknya jadilah dermawan ikhlas.
itulah isi dunia permainan yg semu yg mengasikkan & menggaraihakan unutk jd tontona yg mengasikkan .
Sebagai seorang muslimkita harus berpikir positif dia akn menyikapi kehidupan sebagai permainan dan hiburan kita taka boleh hanyut dalam permainan karena da aturn permainan jika tidakmau mendapat kartu kuning atau bahkan kartu merah sehingga izinya dicabut dari pentas kehidupan.

sumbr:majalah tabligh

Senin, 08 Oktober 2012

Bojonegoro, 24 April 2012 Hal: Lamaran Pekerjaan Kepada Manajer HRD PT. A-PLUS PACIFIC Jl.segoro madu 2 Gresik Dengan hormat, Berdasarkan iklan di “jobsdb.com” saya mengajukan lamaran pekerjaan sebagai checkerdi perusahaan yg Bapak /Ibu pimpin .yang bertanda tangan di bawah ini saya: Nama : Taufan zakarim TTL : Bojonegoro.22 oktober 1992 Pendidikan Akhir : SMKN 4 Bojonegoro Alamat : Dsn.prembugan Ds.Pekuwon..Sumberrejo .Bojonegoro No.HP : 085608590815 e-mail : taufanzack@ymail.com Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan : 1. Daftar Riwayat Hidup. 2. Foto copy ijazah S-1. 3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan. 4. Pas foto terbaru. Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.Demikian surat lamaran saya .atas perhatian saya ucapkan terima kasih . Hormat saya Taufan zakarim

Selasa, 25 September 2012

kekalahan



 "kekalahan tidak dapat dilepaskan dari sunattullah"


Hampir setiap orang , tidak seorang pun ,termasuk kita mengiginkan kekalahan .semua orang ingin angan-angannaya terwujud .
Masuk akal jika berani berkoban harta benda , jiwa dan raga agar terbebas dari kegagalan , .Dan itu dapat dimengerti karna kegagalan memang menyesakkan dan menyakitkan .
Namun ,kekalahan tidak dapat dilepaskan dari sunattullah ,.Allah menimpakan kegagalan kepada siapa saja yanga pantas menerima nya itulah jawaban kenapa kekalahan tidak akan terjadi tanpa sebab , selalu ada sebab  untuk sebuah kegagalan  .
 Kekalahan kaum muslimin pada perang uhud misalnya , disebsbkan karna sebagian kaum muslimin  bersekisih sebagian lagi ,khususnya pasukan pemanah yang diperintah oleh nabi  muhamad saw untuk tetap berada dib tempatnya  ,turun dari bukit dan berebut harta rampasan perang .
Ketika itu datang asernagan balik dari pasukan kafir quraisy pasukan bekuda berbalik dari arah bukit yang semula dijaga ketat kaum muslimin .kemenagan di awal pertempuran berbalikmenjadi kekalhan bagi pasukan muslimin .
Beelajar dari perang  uhud ,selain kedisplinan ,ketaatan pada pemimpinyang bijaksana  adalah kunci dari kejayaan umat .ked ua faktor itulah  yang mengatur kekomapaakan sebuah gaerakan jiaka satu hialn ga maka akan pincang lah kekeuatan kauma muslim taoi, kedissiplinan ,keataatan dan kekomapakan tidaklah cukup .dipeperlukankeikhlasan dalam berjuang . ketiga tiadak ada artinya tanpa keikhalasan . ibarat rumah ,banguanan jamaah atau gerakan yanga tidaka ada pondasikan kepada kikhlasan akan mudah goyang ,terutma jika ada serangan dari luar .
keikahlasan inialah yang menajadi kunci kekuatan umat .,boleh jadi inilah yang menyebabkan kenapa umat muslim tak berdaya dihadapan peradaban barat

Jumat, 14 September 2012

Kejujuran Memebawa Berkah




pada suatu malam menjelang dini hari khalifah umar bin khata b ra beserta pengawalnya melakukan inspeksi di pinggiran kota .tak sengaja beliu mendengar percakapan antara seorang ibu dan anknya gadisnya .ibunya berkata " campur saja susunya dengan air agar kelihatan banyak lalu ank gadisnya menjawab bagimana saya harus melakuaknya sedangkan amirul mukmin umar bin khatab telah mengeluarkan pernyataan melarang susu  untuk dicampur dengan air ? " .

Selanjutnya ibu berkata "toh   khalifah umar tidak mengetahuinya ".lalu sang gadis  menimpali  "kalu khalifah umar tidak mengetahuinya  ,mka allah pasti mengetahuinya ."

percakapan antara keduanya berkesan sekali dihati umar . keesokan harinya ,ia menyuruh pengawalnya menyalidiki kedua  wanita itu .setalah mengetahui sang gadis masih perawan ,umar memanggil putranya 'Aashim , dan menawaekan gadis itu untuk dinikahinya .disurushlah putranya untuk melihat langsung paras wajah gadis itu . uamr berpesan pergilah nakku , nikaihilah gadis itu dan dia akan melahirka seorang pahlawan yang mampu memimpin bangsa arab ."

Pernikahan pun berlangsung dari kedunya lahir seorang permpuan yangakemuudian dinikahi abdul azis bin marwan yang selanjutanya melhirkan umar in abdul azis ,khalifah kelima .
tepat sekali ramalan umar ra bahwa sifat kejujuran membawa bekah   

sumber: sabili 2008

Minggu, 09 September 2012

doa tahajud hajat

doa sjelat tahajud
اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya: "Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah
kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau".
doa solat hajat


Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”

Kita juga bisa menambahi dengan membaca do'a berikut ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنَجِّيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الأَهْوَالِ وَالأَفَاتِ وَتَقْضِي لَنَا مِنْ جَمِيْعِ الْحَاجَات وَتُطَهِّرُنَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَص َحْبِهِ وَسَلَّم.
اللَّهُمَّ يَا جَامِعَ الشَّتَّاتِ وَيَا مُخْرِجَ النَّبَاتِ وَيَامُحْيِىَ العِظَامِ الرُّفَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ وَيَا مُجِيْبَ الدَّعَوَاتِ وَيَا مُفَرِّجَ الكُرَبَاتِ وَيَا سَامِعَ الأَصْوَاتِ مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمَوَاتِ وَيَا فَاتِحَ خَزَائِنَ الْكَرَمَاتِ وَيَا مَنْ مَلأَ َنُوْرِهِ الأَرْضَ وَالسَّمَوَاتِ وَيَا مَنْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا وَأَحْصَى كُلَّ شَيْءٍ عَدَدًا وَعَالِمًا بِمَا مَضَى وَمَا هُوَ آتٍ. نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَبِاسْتِغْنَائِكَ عَنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ وَبِحَمْدِكَ وَمَجْدِكَ يَا إِلَهَ كُلِّ شَيْءٍ أَنْْ تَجُوْدَ عَلَيْنَا بِقَضَاءِ حَاجَاتِنَا ….

وَأَنْ تَتَقَبَّلَ مِنَّا مَا بِهِ دَعَوْنَاكَ وَأَنْ تُعْطِيَنَا مَا سَأَلْنَاكَ بِحَقِّ سُوْرَةِ يس وَبِحَقِّ قَلْبِ القُرْآنِ وَبِحُرْمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم . اللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ عَيْبًا إِلاَّ سَتَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ عَزْبًا إِلاَّ زَوَّجْتَهُ وَلاَ كَرْبًا إِلاَّ كَشَفْتَهُ وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ وَلاَ ضَالاً إِلاَّ هَدَيْتَهُ وَلاَ عَائِلاً إِلاَّ أَغْنَيْتَهُ وَلاَ عَدْوًا إِلاَّ خَذَلْتَهُ وَكَفَيْتَهُ وَلاَ صَدِيْقًا إِلاَّ رَحِمْتَهُ وَكَافَيْتَهُ وَلاَّ فَسَادًا إِلاَّ أَصْلَحْتَهُ وَلاَ مَرِيْضًا إِلاَّ عَافَيْتَهُ وَلاَ غَائِبًا إِلاَّ رَدَدْتَهُ وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ لَكَ فِيْهَا رِضَا وَلَنَا فِيْه  ا صَلاَحٌ إِلاَّ قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن .

 وَاكْتُبِ اللَّهُمَّ السَّلاَمَةَ وَالصِّحَةَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ وَعَلَى عَبِيْدِكَ الْحُجَّاجِ وَالْغُزَّاةِ وَالزُّوَّارِ وَالْمُسَافِرِيْنَ وَالْمُقِيْمِيْنَ فِيْ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَالْجَوِّ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَقِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ وَانْصُرْنَا عَلَى اْلقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ وَاخْتِمْ لَنَا يَارَبَّنَا مِنْكَ بِخَيْرٍ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اللًّهُمَّ اكْشِفْ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْبَلاَءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالمِحَنَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ .

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ . رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن .




Rabu, 15 Agustus 2012

kisah hamman





Haman adalah sekutu Fir'aun sebagai penasihat raja dan pelaksana proyek pembangunan menara yang digunakan Fir'aun untuk melihat Tuhan yang berada di zaman Musa.. Istilah "Haman" dalam Al-Qur'an pernah diperdebatkan oleh sebagian orientalis. sebagai bentuk kesalahan dalam pembacaan Alkitab dari Kitab Ester karena menempatkan Haman 1.100 tahun sebelum zaman Ester. Namun, perdebatan itu menemui titik terang setelah ditemukannya prasasti "Batu Rosetta" tahun 1799 dan tersingkapnya nama "Haman" yang menggambarkan hubungannya dengan Fir'aun. Dalam pengkajian Al-Qur'an, diidentifikasikan bahwa Haman muncul setelah kembalinya Musa dari Madyan dan mati bersama Fir'aun dan tentaranya dalam peristiwa Eksodus
Tetapi berita Haman ini, tidak semua bisa menerima keabsahan sejarahnya, sebab kata Haman, tidak detail diriwayatkan dalam Alkitab, melainkan dalam quran, kitab yang lahir jauh sesudah keberadaan alkitab. Quran menegaskan kalau Haman itu ahli bangunan, arsitektur bangunan Firaun, perannya adalah pemimpin pekerja batu pahat, artinya staf ahli Firaun di bidang bangunan

kisah hamman di al-quran 

“dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir´aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu”. (al-Qashash 6)

“Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir´aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir´aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah”. (al-Qashash 8)

“Dan berkata Fir´aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”. (al-Qashash 38)

Dan berkatalah Fir´aun: “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu (Ghafir 36)

Ayat ayat tersebut membuktikan kalau Haman punya peran penting sebagai perancang bangunan atau staf ahli bangunan Firaun. Anehnya, nama “Haman” tidak pernah disebutkan dalam bagian-bagian Taurat yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Musa AS. Tetapi, penyebutan Haman dapat ditemukan di bab- bab terakhir Perjanjian Lama sebagai pembantu raja Babilonia yang melakukan banyak kekejaman terhadap Bani Israil kira- kira 1.100 tahun setelah Nabi Musa AS. Al Qur’an, yang jauh lebih bersesuaian dengan penemuan-penemuan kepurbakalaan masa kini, benar-benar memuat kata “Haman” yang merujuk pada masa hidup Nabi Musa AS.

Haman versi alkitab bukanlah Haman dalam Al-Quran, karena Haman versi alkitab adalah pembantu kerajaan Babilonia, sedangkan Haman versi al-Quran, adalah staf ahli bangunan Firaun, perhatikan Quran. Tetapi untuk membuktikan kebenaran ini, diperlukan rujukan temuan atau fakta fakta sejarah yang tidak meragukan.

Pada tahun 1799, kegembiraan besar terjadi di kalangan sejarawan dan pakar lainnya, rahasia hiroglif Mesir kuno terpecahkan melalui penemuan sebuah prasasti yang disebut “Batu Rosetta.” Penemuan mengejutkan ini berasal dari tahun 196 SM. Nilai penting prasasti ini adalah ditulisnya prasasti tersebut dalam tiga bentuk tulisan: hiroglif, demotik (bentuk sederhana tulisan tangan bersambung Mesir kuno) dan Yunani. Dengan bantuan naskah Yunani, tulisan Mesir kuno diterjemahkan. Penerjemahan prasasti ini diselesaikan oleh orang Prancis bernama Jean-Françoise Champollion. Dengan demikian, sebuah bahasa yang telah terlupakan dan aneka peristiwa yang dikisahkannya terungkap. Dengan cara ini, banyak pengetahuan tentang peradaban, agama dan kehidupan masyarakat Mesir kuno menjadi tersedia bagi umat manusia dan hal ini membuka jalan kepada pengetahuan yang lebih banyak tentang babak penting dalam sejarah umat manusia ini. Melalui penerjemahan hiroglif, sebuah pengetahuan penting tersingkap: nama “Haman” benar-benar disebut dalam prasasti-prasasti Mesir. Nama ini tercantum pada sebuah tugu di Museum Hof di Wina. Tulisan yang sama ini juga menyebutkan hubungan dekat antara Haman dan Fir’aun. 1 Dalam kamusPeople in the New Kingdom , yang disusun berdasarkan keseluruhan kumpulan prasasti tersebut, Haman disebut sebagai “pemimpin para pekerja batu pahat”. 2Temuan ini mengungkap kebenaran sangat penting: Berbeda dengan pernyataan keliru para penentang Al Qur’an, Haman adalah seseorang yang hidup di Mesir pada zaman Nabi Musa AS. Ia dekat dengan Fir’aun dan terlibat dalam pekerjaan membuat bangunan, persis sebagaimana dipaparkan dalam Al Qur’an. Dan berkata Fir’aun: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah haiHaman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta”. (QS. Al Qashas, 28:38) Ayat dalam Al Qur’an tersebut yang mengisahkan peristiwa di mana Fir’aun meminta Haman mendirikan menara bersesuaian sempurna dengan penemuan purbakala ini. Melalui penemuan luar biasa ini, sanggahan-sanggahan tak beralasan dari para penentang Al Qur’an terbukti keliru dan tidak bernilai intelektual. Secara menakjubkan, Al Qur’an menyampaikan kepada kita pengetahuan sejarah yang tak mungkin dimiliki atau diketahui di masa Nabi Muhammad SAW. Hiroglif tidak mampu dipecahkan hingga akhir tahun 1700-an sehingga pengetahuan tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya di masa itu dari sumber-sumber Mesir. Ketika nama “Haman” ditemukan dalam prasasti-prasasti kuno tersebut, ini menjadi bukti lagi bagi kebenaran mutlak Firman Allah.

sumber:



  

Rabu, 18 Juli 2012

BULAN SYA'BAN






Syakban (Bahasa Arab: شعبان, transliterasi: Sya'ban), adalah bulan kedelapan dalam penanggalan hijriyah. Nama Sya'ban berarti 'pemisahan', disebut demikian karena orang-orang Arab pagan berpencar dan berpisah pada bulan ini untuk mencari air.

peritiwa di bulan sya'ban
01 Syakban, kelahiran Zainab binti 'Alī
03 Syakban, kelahiran Imam Syiah, Husain bin 'Alī
04 Syakban, kelahiran 'Abbas bin' Alī
05 Syakban, kelahiran Imam Syiah, 'Alī ibn Husain
05 Syakban, kematian Hazrat Fizza, tangan-gadis (Qaneez) dari Fatimah
07 Syakban, kelahiran Qasim bin Hasan
08 Syakban 1484 AH, kematian Khwaja Abdul Ghaffar Naqsybandi alias Pir Mitha
11 Syakban, kelahiran 'Alī al-Akbar
15 Syakban, malam doa yang dikenal sebagai Lailatul al-baraat diamati oleh Muslim
15 Syakban, kelahiran Dua Belas Imam yang terakhir, Muhammad al-Mahdi
22 Syakban 1314 AH, kematian Khwaja Muhammad Usman Damani, seorang guru Sufi dari tradisi Naqshbandi
27 Syakban 1313 AH, Kelahiran Sayyad Laal Shah Hamdani, seorang syekh Naqshbandi terkemuka

Malam “Nisfu Sya’ban” dan Keutamaannya


Berdasarkan informasi, 15 Sya’ban jatuh pada Kamis tanggal 5 Juli 2012
(Malam Nisfu Sya’ban pada hari Rabu tgl 4 Juli 2012 Malam Kamis sejak terbenamnya matahari)
Apa yang menyebabkan malam Nisfu Sya’ban ini besar artinya bagi umat Muslim ? Berikut ini diceritakan seperti yang di alami Rasulullah Saw:

Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw. ” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit .”

Rasulullah saw bertanya, ” Malam apa ini Jibril ?”

Jibril menjawab. ” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”

Rasulullah pun keluar rumah, lentas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :
.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu
Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu, maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)

KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA’BAN

Adapun keutamaan bulan Sya’ban lainnya akan lebih jelas lagi dalam hadis-hadis berikut:

Hadis Pertama


Aisyah RA bercerita bahwa pada suatu malam dia kehilangan Rasulullah SAW, ia keluar mencari dan akhirnya menemukan beliau di pekuburan Baqi’, sedang menengadahkan wajahnya ke langit. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni (dosa) yang banyaknya melebihi jumlah bulu domba Bani Kalb.” (HR Turmudzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadis Kedua

Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

Hadis Ketiga

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib KW bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika malam Nishfu Sya’ban tiba, maka salatlah di malam hari, dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya pada malam itu, setelah matahari terbenam, Allah turun ke langit dunia dan berkata, ‘Adakah yang beristighfar kepada Ku, lalu Aku mengampuninya, Adakah yang memohon rezeki, lalu Aku memberinya rezeki , adakah yang tertimpa bala’, lalu Aku menyelamatkannya, adakah yang begini (2x), demikian seterusnya hingga terbitnya fajar.” (HR Ibnu Majah).

Demikianlah keutamaan dan kelebihan malam Nishfu Sya’ban, marilah kita manfaatkan malam yang mulia ini untuk mendekatkan diri dan memohon sebanyak-banyaknya kepada Allah.

Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita . . Amiin .

Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mengingatkan sesama tentang kedatangan bulan ini. Maka api neraka haram baginya.”

sumaber:




Minggu, 24 Juni 2012

MULIANYA BEKERJA



 Ketika rasullah saw sedang duduk bersama para sahabatnya ,tiba -tiba tampak oleh merka seorang pemuda yang gagajh perkasa yang tengah kerja dengan semangata meski hari masih pgi  par asahabat berkomenetar :"kasihan sekali orang itu ,jika tenga mudanya ysngkut digunakan untuk berusha dijaln allah alangkahbaiknya "mendengar ucapan itu rasullah saw bersabda "janganlah kalian mengatakan demikian ,sebab orang itu kalau keluarnya untuk bekerja guna menghidupkan anaknya yang masih kecil maka ia telah berusaha fisabilliah ,tetapi apabila ia bkerja untuk diriny sendiri maka dia disebut juga fisabililah ,jika ia bekerja untuk pamer maka atau untuk mewah -mewah  maka tulah fi sabilsyaithaan.(dijalan syaithan)".(hr .thabrani)
mempertahankan hidup menjadi keharusan bagi setiap orang . karn hidup itu merupakan amanah allah kepada setiap makhluknya .dengan allah akna menilai  yang berbuat baik  dan siapa yang berbut jahat (qs.al-mulk 2).dalam mempertahankan hidupnya ,seseorang harus memenuhi kebutuhanya.danbbekreja adalah salah satu cara seseorang untukmendapatkan nafkahnya untuk memenuhi kebetuhan hidupnya .dengan bekrja ,orang itu dapat terhindar dari ketergantungan kepada orang lain .pada akhirnya kemilianya pada dirimya tetap adakarena ia tidakmemnta meminta.
islam sangaat menghargai seseorang yang bekerja keras membela nafkah diri dan keluarganya .oleh kareana itu ,dalam islam bekerja bernilai ibadah bahkan sebagaimana tersebut dalam hadis  bekrja untuk keluaga dinilai fi sabillilllah layaknya seseorang yang bekerja untuk agama allah apapuan pekerajaanya asal halal dan baik tetep bernilai fisabilillah .meski hanya seseoran g   tukang sampah yang keliling dari tong sampah ketong sampah lainya .sebaliknya meski seorang direktur atau mnajer suatu perusahaan besar denganpenghailan sangat besar  tidak bernilai apa-apajika pekerjaanaya itu tidak diniatakan ibadah .bahkan jika ia membanggakanatau memamerkan  pekerjaanya dan memandang renaddah pekrjaaanya orang lain maka ia diistilahkan fi sabilisyaithan sama halamya dengan mrerka yang brkerja untuk menafkahi kegiatan maksiat .
   jika demikian bagaimana dengan maerka yang bekerja dengan kecurangan ,semisal  korupsi ?
 dalam hadissst lain ,anjuran bekerja dikompresikan dengan larangan meminta minta (mengemis) .ini menunjukkan tuntunan islam untuk hidup mandiri begitu besar  .kemuliaan hanya dapat dimiliki merka yang tiadak begantung orang lain  ibarat menukar harga diri dengan sesuao nasi ."sesunguhnya a pabila sesorang diantara kamu mengambil talimya kemudian mencsri ksyu bakar dan diletakkan dipunggungnya ,hal itu lebih abaik dari pada mendtngi seorang yang telah dikaruniai  allah dari pada keutamaan-Nya ,kemudian meinta minta kepada kawanya itu adkalanya di beri dan adakalanya  ditolak  ."(HR.Bukhori dan Muslim)
"Allah telah menaburkan banyak riskidiatas bumi"


sumber: majalah tabligh aguastus 2005
MUKJIZAT AL-QURAN

alquran memang tidak mengandung sesuatu yang meragukan dan sebagai petunjuk alquran bagi orang-orang yang bertaqwa , bahkan untuk manusia seluruhnya .bagi orang yang beriman ,tentu saja akan menrima tanpa ragu -ragu tentang kebenaran alquran sebagai petunjuk ,tetapi bagi orang-orang yang belumberiman  ,tidak begitu menerima kebenara alquran . mereka ingin mendapatkan bukti -bukti dan alasan yng tepat bahwa alquran itu sebagai petunjuk .
salah satu segi yang merupkan bukti bahwa alquran adalah petunjuk yang datang dari allah swt adalah tidak adanya yang dapat memandinginya 



Sabtu, 16 Juni 2012

Balasan bagi orang yang Bertaubat



  "sesunguhnya orang-orang yang bertaubat kepada-Nya mempunyai kedudukan tiada seorang pun dapat  menyamai kedudukanya"



Dikisahkan ,dahulu kala terdapat seorang lelaki petani tebu yang jatuh cinta pada gadis teaengga kampungya .suatu hari ,keluaga gadis menyuruh sang gadis pergi ke sebuah kam pung nya guna mencari keperluan.
mengetahui berita terbut ,lelaki itu mengikuti sang gadis dan merayunya untuk berbuat mesum sigadis.
 berkata "jangan lakukan  .hal itu ,karena sesunguhmya cintaku kepadamu lebih besar dari pada cintamu kepadaku  .Namun aku lebih takut kepda allah untuj berbuat durhaka .
Lelaki itu tersadar dan bergumam "betapa nistanya diriku lebih ,engkau begitu takut kepadaNya sementara aku tidak "menyadari hal itu dia pun tersadar dan bertaubat .
pada suatu hari ,lelaki itu kehausan hunggakering  tenggorokanya .tiba-tiba seorang rasul dari bani isrrail datan menghampit\rinya 'kamu kenapa leleaki itu  menjawab 'aku kehausan .rasul itu berkat a kemarilaah ,biar kuadoakan semoga allah maenaugi kit a hingga kekampung.
lelaki itu berkata "akutidak punaya  amal baik yang dapat  kuandalkan dalam doaku',rasul itu menjawab 'akulah yang akanaberdoa dan engkau akan mengamini "seeeeeeeeeert muncullah awan yang menangungi dan menenmaninya keduanya hngga kekampung rasul itu teerkejut dan mrngatakan "engkau bilang tiadak mamiliki amal baik yang dapatdi andalkan namun e ngkau ketika mengamini doaku ,lalu muncullah awan ceeritakan kepadakduduk perkara yang sebenernya ". lalu lelaki itu menceritakan kepada sang rasul yang sebenarnya . 
"sesunguhnya orang-orang yang bertaubat kepada-Nya mempunyai kedudukan tiada seorang pun dapat  menyamai kedudukanya"
sumber: majalah sabili.

Senin, 04 Juni 2012

mengetik 10 jari

MENGETIK 10 JARI



Doa




Doa ya doa yanga kita panjatkan setiap hari dia nttara doa egois kita sehari har idiantara doa egois kita eperti minta reseki ,kedudukan a pangkat apakah kita sudah menyelipken doakhusus untuk agamakita .
       kisah perjuangan para musyrikin dan anbiya yang terdapat dalam alquran menjelaskan kepada kita betapadoa adala kekuatan yang dahsyat oa ternyata menhantarkan kemenagan perjalanan jihad dan dakwah mereka.
nabi nuh asmislnya dakwah yang dilakukan selama sembilan ratus  tahun mendatangkan pengikut yang sedikit  nuh askhatir jika tetap kaum kafir emakin menindaskaum uslimin  lalu oaberdoa kepda allah agar memumusnahkan mereka kita mengetahui allah memngabulkan doa memusnahkan mereka.
doa juga pernahdipanjatkan nabi muhammad saw ketika menghadapi lemparan dan fitnahan keji kaum thaif 
saa t itu nabi muhamad memeanjatkan doa : ya allah berikanlah petunjuk kepada mereka  sebab mereke tidak
mengetahui "
sepuluh tahun  ke mudian allah mengabulkan doa n abi muhammad saw seluruh pendududuk thaif bersyahadat bahk an  ketika terjadi gelombang  massal prmurtadaan pada masa khalifah abu bakar asshidiq penduduk thaif tdk termasuk golongan murad pemimimpin mereka berkata "wahai kaumku janganlah kalian adalah yang paling akhir masuk islam ,maka janganlah kalian menjadi murtad " .
saat ini ,dakwah kita sedang menghadapi tanatngan dahsyat tidakhanya dalam skala keluarga tapidaerah ,nasional ,regionlal bahkan internasioanal .karena itu panjatkanlah dia kepada allah swt untuk kemenangan dakawah dan jihad ini ,panjatkanlah pula doa untuk kehancuran untuk musuh dan antek- antek dakwah islam.

Rabu, 16 Mei 2012

Abu hanifah dan pemalas




suatu ketika abu hanifah melewati rumah jendelanya terbuka ter dengar orang mengelluh sambil menangis."aduhai,tiada seorangpun lebih malang  dari nasibku sejak pagi belum  makan.
   mendengar keluhan itu  abu hanifah kasi han dia .melem parkan bungkusan yaang berisi uang  kepada si  malang tadi lalau meneruskan per jalananya setelah itu simalang terkejut menda pat bungkuasan itu   tidak diketahui datangya dengan cepat dia membuka bunkusan tadi  di dalamnya ada uang dan kertas ber tuliskan
"hai manusia  sungguh tidak wajar kamu mengeluh igatlah kemurahan allah jangan putu asa tetaplah berusaha !"
      sehari setelah itu hanifa ah  melewati rumah itu susra itu terdengar lagi " ya allah berikanlah bungkusan lain seperti kemarin sekedar menye ngkan hidupku "!seperti yanglalu terdapat kertas lalu dia membacanya "hai kawan bukan  begiti cara baeraikajatiar itu malas namaya putus asa keepda kuasa allah sungguh allah tiadak rida melihat pemalas seperti mu carilah pekrjaan !"
stelah membaca dia sadar akan kemalasanya keesokan harinya dia keluar mencari kerja dia tidak lupa mencari paekaerjaan dia tidak lagi melupakan wejangan abu hanifah.

Selasa, 01 Mei 2012

cara memotivasi diri sendiri



Memotivasi diri adalah hal yang cukup penting. Ketika Anda gagal atau menghadapi tantangan. Tidak selamanya orang disekitar mampu membantu Anda. Tidak ada yang bisa Anda andalkan selain diri Anda sendiri. Yang hanya bisa menentukan takdir Anda sendiri adalah diri Anda sendiri.

Orang biasanya kehilangan motivasi karena tiga hal : kehilangan kepercayaan diri, kehilangan fokus dan kehilangan arah. Untuk itu, Anda harus percaya diri bahwa Anda akan SUKSES dan BERHASIL, Fokus lagi terhadap apa yang sebenarnya Anda inginkan dan bangun kembali kemana arah Anda menuju. Namun tentunya untuk melakukanya butuh usaha untuk berubah dan kembali BERSEMANGAT!

Pertanyaanya adalah bagaimana Anda bisa BERSEMANGAT kembali? Bagaimana membangun motivasi diri? Berikut ini tips yang bisa Anda terapkan :

1. Temukan Alasan

Cari Alasan mengapa Anda harus melakukanya. Cari sumber motivasi. Temukan manfaat terbesar kenapa Anda harus mendapatkannya. Hal ini akan memebuat ANda terinspirasri utnuk melakukanya terus walaupun banyak rintangan menghadang.

2. Miliki mimpi. MIMPI yang BESAR

Alasan Anda melakukan sesuatu bisa menjadi sumber motivasi. Tapi itu belum cukup. Anda harus mewujudkan dalam suatu mimpi besar. Bayangkan beberapa tahun lagi Anda akan menjadi apa. Bayangkan Dunia di masa yang akan datang. Hal ini akan mengarahkan Anda. Seperti pemain sepak bola, Anda harus tahu mencetak GOAL ke gawang yang mana. Mimpi tersebut haruslah suatu yang BESAR sehingga menginspirasi Anda, namun harus realistis, Anda mampu mencapainya.

3. Terus belajar

“Stay hungry, stay foolish” kata Steve Jobs. Anda tidak hanya membutuhkan keingianan saja, tapi juga membutuhkan rasa “lapar” untuk mendapatkan sesuatu. Rasa lapar ini akan terasa ketika ANda mendapatkan tantangan lebih. Hal ini membuat Anda terus belajar dari apa yang Anda alami dan ada keinginin untuk kembali berjuang.

Bagaimana Anda mendapatkan rasa “lapar” ini? Hal ini berkaitan dengan alasan anda melakukan sesuatu dan mimpi besar berperan penting disini. Jika Anda sudah merasa “lelah”, Anda tidak akan termotivasi lagi melakukan sesuatu. Tetapi alasan dan mimpi besar Anda akan menginspirasi lagi kembalinya rasa lapar tersebut.

4. Mengalahkan diri sendiri

Membandingkan Anda dengan orang lain adalah suatu hal yang akan menghambat motivasi Anda. Walau pada awalnya akan meningkatkan motivasi, namun hal tersebut tidaklah bertahan lama. Ingat! Anda berbeda dengan orang lain. Anda adalah Anda, yang mempunya kelebihan dan kelemahan sendiri. Musuh terbesar adalah Anda sendiri. Sudahkah Anda mendapatkan apa terbaik bagi Anda?

5. Ambil satu langkah lagi

Ketika Anda bertemu rintangan yang panjang, Anda akan beranggapan Anda tidak akan mampu melaluinya. Anda boleh berpikir Anda akan sulit meraih mimpi Anda. Tapi inilah justru yang membedakan antara pecundang dan PEMENANG. Yaitu KEBERANIAN untuk MELANJUTKAN lagi.

Ketika Anda menghadapi situasi sulit, ambilah satu langkah ke depan. Jangan berpikir bagaimana Anda menyelesaikan. Jangan berpikir seberapa banyak rintangan yang akan menghambat. Fokus pada langkah berikutnya. Dan jadilah PEMENANG.

6. Tataplah masa depan

Percaya atau tidak,salah satu hal yang mengurangi motivasi adalah pengalaman masa lalu. Masa lalu bisa menjadi beban berat untuk melangkah ke depan. Namun beban tersebut tidak harus Anda bawa. Anda harus mampu meletakanya. Anda mungkin mempunyai kesalahan besar di masa lampau. Namun Anda tidak akan melakukan apapun untuk mengubah masa lalu, yang Anda miliki adalah sekarang. Hari ini adalah hari baru. Tidak pedui betapa kelamnya masa lalu Anda. Anda masih mempunyai kesempatan di masa yang akan datang.CHAYO!!


Senin, 23 April 2012

surat lamaran kerja


Bojonegoro, 24 April 2012
Hal: Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia




Dengan hormat,
Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT. Hand's Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan Departemen Finansial PT. Hand's Parmantindo.
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalamperusahaan anda.
Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :
Nama  
TTL
Pendidikan Akhir
Alamat
 e-mail
Status Perkawinan
: Taufan zakarim
: Bojonegoro .22 oktober 1992
: smkn 4 bojonegoro
: ds.pekuwon dsn prembugan 62191
:, taufanzack@ymail.com
: single
Saat ini saya bekerja di perusahaan anda, sebagai  design
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1.      Daftar Riwayat Hidup.
2.      Foto copy ijazah S-1.
3.      Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4.      Pas foto terbaru.
Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.
Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.


Hormat saya,



Taufan  zakarim

Rabu, 18 April 2012

curiculum vitae

 Curriculum Vitae
                                              









Data Pribadi / Personal Details

Nama / Name                          :      Taufan zakarim
Alamat / Address                     :       dsn.prembugan ds.pekuwon kec.   Sumberrejo .kab bojonegoro
                                                      
Kode Post / Postal Code           :      62191 
Nomor Telepon / Phone          :      085608590851
Email                                       :      taufanzack@ymail.com
Jenis Kelamin / Gender            :      laki-laki
Tanggal Kelahiran / Date of Birth   : 22-10-1992
Status Marital / Marital Status :      single
Warga Negara / Nationality     :      indonesia
Agama / Religion                     :      islam


Preferensi Pekerjaan / Job Preference

Bidang Pekerjaan yang diminati           :desain grafis,administrasi
Career Interest
Gaji yang dikehendaki             :  Rp._
Expected Salary
Ketersediaan waktu                  :    · Senantiasa tersedia
Availability                                   

Riwayat Pendidikan dan Pelatihan
Educational and Professional Qualification

Jenjang Pendidikan                  :
Education Information            
 Pendidikan formal

Periode
Sekolah / Institusi / Universitas
Jurusan
Jenjang
IPK
1999
-
 2005
MIM 25 PEKUWON 


30.00
 2005
 -
2008
SMPN1 SUMBERREJO 


31.75
 2008
 -
2011 
SMKN4 BOJONEGORO 
 RPL/TI



 Pendidikan Non Formal / Training – Seminar

  1. PELATIHAN USAHA KOPERASI DAN UKM oleh dinas koperasi dan ukm
Riwayat Pengalaman Kerja
Summary of Working Experience

1.  Tahun                                      :2009
    Instansi / Perusahaan              :   upt pasar babat        
    Posisi                                       :  administrasi         
    Penghasilan Terakhir               : Rp.600.000
   Job Deskripsi                           :   1. mem buat laporan keuangan 
                                                    2. menghitung laba
                                                    3. menarik retribusi
                                                    4.melakukan survey kebutuhan pokok 

2. Tahun                                      :2009
   Instansi / Perusahaan              : PT PLN(persero) apj bojonegoro         
   Posisi                                       :  it/design          
   Penghasilan Terakhir               :Rp.-
   Job Deskripsi                           :1.instalasi jaringan lan 
                                                 2. melakukan program basis data (SQL)
                                                 3. membut halaman web statis dan dinamis 
                                                 4. merakit personal komputer
                                                 5. membut software aplikasiberbasis dekstop  
                                                     tinkatdasar dan lanjut
                                                 6. melekukan pemrograman berorientasu objek  
                                                    bebasisteks,dekstopdan web 
                                                 7.membut design dengan photoshop




Kecakapan Berbahasa
Language Proficiency


No
Bahasa
Kemampuan
Membaca
Menulis
Berbicara
Mendengar
1       
indonesia
8.00
8.00
8.00
8.00
2
inggris
8.00
8.00
8.00
8.00























Kesimpulan / Executive Summary    
(Penjelasan singkat mengenai kualifikasi, kemampuan dalam pekerjaan, dan data personal lainnya)










Demikian CV ini saya buat dengan sebenarnya.





( Taufan zakarim )